Pemberkatan & Peresmian Pastoran Gereja St. Joannes Baptista Parung

Foto: Nico/ KOMSOS
Foto: Nico/ KOMSOS

Sebuah kado istimewa yang didapat oleh umat Paroki St. Joannes Baptista Parung dalam HUT ke-16 kali ini adalah selesainya pembangunan gedung pastoran (rumah tinggal pastor). Sebagai ungkapan syukur, pada Jumat (07/10) yang lalu, telah diselenggarakan perayaan ekaristi pemberkatan pastoran yang dipersembahkan oleh Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur, Uskup Emeritus Mgr. Michael Cosmas Angkur, dan Pastor Paroki St. Joannes Baptisa RD Alberstus Simbol Gaib Pratolo.

Dalam homilinya, Mgr. Paskalis menyebut gedung pastoran atau rumah tinggal romo yang telah selesai dibangun tersebut sebagai Rumah Solidaritas. “Inilah rumah solidaritas kita. Inilah rumah kebersamaan kita. Rumah ini ada karena kerja keras dan solidaritas kita bersama. Rumah ini mengingatkan akan kebersamaan kita agar nama Tuhan dipuji dan dimuliakan,” tuturnya. Pemberkatan pastoran yang bertepatan dengan Peringatan SP Maria Ratu Rosario membuat beliau bahagia karena seharusnya rumah orang Katolik juga didiami oleh Bunda Maria. Kepada umat Paroki St. Joannes Baptista, Bapa Uskup Paskalis mengingatkan bahwa kita dalam satu rumah merupakan saudara satu sama lain sebagai anak-anak Tuhan yang mempunyai keinginan agar Kerajaan Tuhan menjadi nyata.

Foto: Nico/ KOMSOS
Foto: Nico/ KOMSOS

Uskup Emeritus Mgr. Michael Cosmas Angkur juga mengungkapkan kebahagiaannya dapat turut bersama-sama dalam kesempatan indah tersebut. Beliau memberikan peneguhan bagi umat Paroki St. Joannes Baptista yang sedang berbahagia atas selesainya gedung pastoran dan masih berjuang untuk mendirikan bangunan gereja. “Segala sesuatu indah pada waktu-Nya. Jangan memaksa Tuhan supaya keindahan itu terjadi sekarang,” pesan Bapa Uskup Cosmas Angkur.

Usai misa pemberkatan, Mgr. Paskalis Bruno Syukur didampingi oleh Mgr. Michael Cosmas Angkur, RD Alberstus Simbol Gaib Pratolo, Kapolsek Parung, Danramil, dan jajaran Muspika Kecamatan Parung meresmikan gedung pastoran dengan melakukan pengguntingan pita. Dukungan terhadap keberadaan Paroki St. Joannes Baptista ditunjukkan oleh Ketua RT 01/ RW 06, Yayang, yang mengungkapkan bahwa warga di lingkungannya menerima dan mendukung kegiatan peribadatan di Paroki St. Joannes Baptista.  Bahkan pembangunan gedung pastoran merupakan hasil kerja sama dengan warga sekitar. “Dari pengangkutan bata sampai pengangkutan pasir, semuanya bekerja sama dengan warga masyarakat sekitar. Bersama-sama kita bantu perjuangan ini sampai berdirinya rumah pastor paroki ini di kampung kita ini,” tuturnya di hadapan semua hadirin. Dalam kesempatan tersebut, Yayang juga menyampaikan kepada jajaran pemerintahan yang hadir untuk memberikan jalan keluar bagi pembangunan gereja karena warga sekitar sudah memberikan izin dan tidak berkeberatan.

Foto: Nico/ KOMSOS
Foto: Nico/ KOMSOS

Rangkaian acara pemberkatan dan peresmian gedung pastoran juga diisi dengan preview film pendek katekese hasil karya Komsos Paroki St. Joannes Baptista. Fim dengan tema “Yesus Meredakan Angin Topan” berdurasi sembilan menit tersebut mendapat tanggapan positif dari Bapa Uskup. Beliau berharap supaya lebih banyak lagi tema-tema yang bisa disampaikan melalui film pendek. Bahkan beliau memberikan tantangan bagi Seksi Komsos dan OMK untuk membuat grup Kitab Suci melalui gadget. Kaum muda diharapkan memanfaatkan gagdet untuk berkatekese.

Pemberkatan dan peresmian gedung pastoran merupakan puncak dari rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-16 Paroki St. Joannes Baptista Parung. Minggu sebelumnya (25/09), telah diselenggarakan kegiatan pentas seni yang diisi oleh perwakilan lingkungan. Bernuansakan keragaman Indonesia, pentas seni berlangsung meriah. Ada tarian Bali, Jawa, Batak, hingga tarian ala Maumere. Umat yang hadir pun mengenakan pakaian tradisional yang mewakili berbagai daerah di Indonesia. Dalam perayaan tersebut juga telah diundi pemenang Kupon Pembangunan Pastoran dengan grand prize sepeda motor.

[Baca juga: Penarikan Kupon Undian Tahap 3]

Foto: Nico/ KOMSOS
Foto: Nico/ KOMSOS

Selain itu, ada pula Lomba Tumpeng berbahan dasar non beras. Tumpeng melambangkan syukur dan harapan yang mendalam kepada Sang Pencipta. Melalui kegiatan lomba tumpeng, umat bisa mensyukuri karunia Tuhan lewat alam, kebersamaan dalam kehidupan menggereja, dan juga tanpa henti menghaturkan harapan dan doa supaya bangunan fisik gereja yang merupakan impian setiap umat di Paroki St. Joannes Baptista segera terwujud.* (Agnika/KOMSOS)

[Baca juga: Tumpeng Sawut Singkong Ala Lingkungan St. Markus]

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*