Belajar dari Bunda Maria

Bunda MariaDalam perjalanan hidup saya, ada satu pengalaman dimana saya merasakan kedekatan dan pertolongan dari Bunda Maria yang sangat mengesankan. Ketika itu saya masih duduk di bangku SMA dan bersama dengan seorang teman bersiap-siap bersepeda dari kota kelahiran saya Madiun menuju ke Sarangan, salah satu lokasi wisata yang terletak di lereng Gunung Lawu. Tempat tersebut berjarak kurang lebih 40 kilometer dari tempat tinggal saya.

Setelah melakukan persiapan, sekitar pukul 05.30, kami berangkat berdua menuju Sarangan. Saya memakai sepeda pinjaman dari teman. Jalanan diawali dengan kondisi landai dan kemudian menanjak. Bahkan ada satu tanjakan dengan sudut kemiringan hingga lebih dari 45 derajat. Akhirnya, semua itu kami lalui meskipun akhirnya harus dengan berjalan kaki karena sudah kelelahan.

Pada saat pulang, teman saya mendahului meluncur turun dengan cepat, sementara saya menyusul pelan-pelan di belakangnya. Tapi suatu kejadian tidak menyenangkan terjadi. Karena terlalu banyak menggunakan rem, akhirnya karet rem depan dan belakang habis ketika saya baru berjalan beberapa ratus meter. Saat itu kondisi sepeda sedang meluncur dengan kecepatan tinggi, dengan kondisi jalanan yang berkelok-kelok. Tebing di satu sisi, dan jurang di sebelahnya. Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya tercekam dalam perasaan takut yang amat sangat. Saya takut mati.

Saat itu saya sudah berusaha untuk menghentikan laju sepeda dengan menurunkan kaki ke jalan, namun kaki saya sudah lemas dan tidak kuat menahan laju sepeda. Saat itulah dalam kepasrahan dan putus asa saya mendaraskan doa Salam Maria dalam hati. Setelah beberapa kali saya doakan, hati saya agak tenang tapi sepeda saya belum berhenti juga.

Dalam kondisi yang mencekam itu, saya seperti digerakkan untuk menabrakkan sepeda ke gundukan tanah yang ada di pinggir jalan. Saya dan sepeda terpelanting jatuh cukup jauh di sebuah kebun singkong. Dalam keadaan masih sadar segera saya naik ke jalan raya untuk minta pertolongan. Tak lama, ada sebuah mobil pickup lewat dan segera saya minta tolong untuk diangkut turun.

Puji Tuhan, saya bertemu orang-orang baik yang segera membantu mengangkat sepeda ke atas mobil dan mau mengantar saya. Di tengah jalan, kami bertemu teman saya yang sedang menunggu di pinggir jalan sambil kuatir yang akhirnya ikut naik ke atas mobil. Meski lengan kiri saya terasa sakit dan bengkak, serta sepeda teman saya rusak, saya merasa lega.

Setelah diperiksa di rumah sakit, ternyata tangan kiri saya hanya retak. Selain itu tidak ada cedera parah lainnya. Bunda Maria telah menyelamatkan saya dari kematian. Suatu pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan. Apalagi karena seminggu kemudian, seorang teman saya yang lain mengalami kecelakaan di lokasi yang tidak jauh dari tempat saya jatuh. Tapi kondisinya lebih buruk, patah tulang panggul karena menabrak tebing.

Sejak peristiwa itu saya merasa lebih dekat dengan Bunda Maria, hal ini juga tak lepas dari pengalaman sebelumnya ketika masih duduk di bangku sekolah dasar saya pernah menjadi anggota Legio Maria. Kehadiran Bunda Maria sebagai sosok ibu juga sangat saya rasakan, terlebih ketika ibu saya sakit dan tidak bisa selalu mendampingi saya.

Dalam beberapa kesempatan, doa rosario telah membantu saya melalui masa-masa berat dalam hidup. Memang apa yang saya ketahui tentang Bunda Maria tidak cukup banyak, juga devosi yang saya jalani juga tidak cukup konsisten. Namun kehadiran dan perannya dalam membentuk diri saya hingga saat ini sangatlah besar. Bunda Maria telah menjadi sosok ibu yang mampu menghadirkan ketenangan dan ketabahan. Melalui Bunda Maria saya belajar mengenal kebaikan Tuhan, sehingga saya selalu bisa merasa optimis ketika menghadapi masalah yang berat sekalipun. Bahwa Tuhan tidak pernah memberikan beban yang tidak mampu kita tanggung. Dan Dia akan selalu memberikan jalan keluar bagi setiap permasalahan kita.

Santa Maria Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin.*(Adrianus Suharbanu)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*