Ziarah Rekreasi Lingkungan St. Paulus 2017

Dok. Lingkungan St. Paulus
Dok. Lingkungan St. Paulus

Ziarah Rohani dan Rekreasi (ziarek) bersama sudah menjadi tradisi tahunan yang dilakukan di Lingkungan St. Paulus. Hal ini bahkan menjadi program tahunan yang didukung sepenuhnya oleh pengurus lingkungan. Bertepatan dengan bulan Rosario, keluarga besar Lingkungan St. Paulus mengadakan ziarek ke Gua Maria Sawer Rahmat dan Curug Palutungan di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kuningan, Jawa Barat pada 21-22 Oktober 2017.

Tema ziarek tahun ini adalah “Keluarga Sumber Sukacita”. Panitia mengambil tema tersebut didasarkan pemahaman bahwa pembentukan dan pertumbuhan iman yang baik dimulai dari keluarga. Sukacita dalam keluarga muncul manakala iman Kristiani dihayati dan diejawantahkan secara baik dan benar oleh masing-masing anggota keluarga. Dan hal ini merupakan tantangan besar bagi setiap keluarga di Lingkungan St. Paulus yang sedang bertumbuh di tengah era teknologi yang berkembang sangat cepat dan dahsyat.

Dok. Lingkungan St. Paulus
Dok. Lingkungan St. Paulus

Bertitik tolak dari tema tersebut, panitia pun mengemas acara ziarek ini sedikit berbeda dari kegiatan ziarek sebelumnya. Kali ini Panitia mengajak umat untuk berpartisipasi aktif dan bertanggung jawab bersama agar kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Peserta ziarek sebanyak 60 orang yang terdiri dari umat lansia, keluarga, OMK, dan BIA, sejak awal diberi susunan acara dan masing-masing waktunya untuk dipatuhi dan saling mengingatkan setiap peserta sejak waktu keberangkatan. Selama perjalanan di dalam bus, setiap peserta diajak berdiskusi dan mengungkapkan perasaan akan apa arti keluarga bagi masing-masing pribadi. Alhasil perjalanan menuju Gua Maria Sawer Rahmat Cisantana tidak terasa lama dan membosankan.

Saat prosesi jalan salib menuju Gua Maria Sawer Rahmat pun panitia membagi tugas liturgi (doa dan nyanyian) di setiap perhentian doa kepada para OMK dan BIA yang ada. Para orangtua dan keluarga diarahkan menjadi pendorong dan pemberi semangat saat mereka melakukan tugasnya. Kiat ini menjadikan OMK dan BIA bersemangat dalam menjalankan tugasnya sepanjang rute jalan salib sehingga proses jalan salib tidak terasa monoton dan melelahkan serta masing-masing peserta dapat menghayati prosesinya.

Dok. Lingkungan St. Paulus
Dok. Lingkungan St. Paulus

Sesampainya di puncak Gua Maria Sawer Rahmat, setelah berdoa secara pribadi, peserta ziarek diajak berdiskusi perihal nilai-nilai iman yang didapat selama perjalanan dari Kahuripan hingga Gua Sawer Rahmat. Diskusi dipimpin oleh Lukas Waka sebagai salah satu umat senior di lingkungan. Ada beberapa nilai yang dapat disimpulkan dalam diskusi ini antara lain kerja sama, perhatian, rela berkorban, simpati dan empati, komunikasi, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut muncul manakala sukacita tumbuh dalam keluarga dan sukacita keluarga bisa terwujud manakala nilai iman kristiani ditumbuhkembangkan dan diejawantahkan pada kehidupan sehari-hari di dalam keluarga dan sesama.

Akhir peziarahan rohani ditutup dengan misa di Gereja St. Carolus Borromeus Stasi Cigugur. Peserta ziarah larut dalam liturgi berbalut Bahasa Sunda Kuningan. Suasana ini menambah kekhusukan dalam ziarah kali ini. Menutup rangkaian ziarah, panitia membuat sarasehan dan diskusi membangun lingkungan yang mengedapankan partisipasi umat berdasarkan nilai-nilai yang disepakati sebelumnya. Sarasehan berjalan dinamis ditemani susu jahe hangat, kacang dan singkong rebus khas Cisantana yang menghalau dinginnya angin malam lembah Gunung Ciremai.

Keesokan harinya, kegiatan berlanjut dengan rekreasi bersama ke hutan pinus dan Curug Palutungan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kuningan pada ketinggian  1.500 mdpl. Di sini peserta ziarek diajak mengejawantahkan nilai-nilai iman yang sudah disimpulkan sebelumnya dalam berbagai permainan dan dinamika kelompok sesuai tema “Keluarga Sumber Sukacita”. Peserta dibagi kelompok yang diacak. Setiap kelompok harus menampilkan yel-yel kelompoknya masing-masing yang dinilai oleh para lansia sebagai jurinya. Beberapa permainan dinamika kelompok digelar dan dipertandingkan oleh panitia untuk menumbuhkan semangat kerja sama para anggota kelompok yang berbeda latar belakang keluarga. Suasana bertambah meriah manakala para anggota kelompok berusaha membuat kelompoknya menang.

Di penghujung acara, peserta ziarek bisa menikmati dingin dan segarnya Curug Palutungan berupa air terjun alami yang muncul di rekahan batuan beku lembah Gunung Ciremai. Peserta menggunakan kesempatan ini untuk mandi di bawah air terjun sambil berswafoto bersama.

Ziarek diakhiri pada pukul 14.00 dan kembali ke Bogor dengan pengalaman iman masing-masing dalam memaknai Keluarga Sumber Sukacita. Semoga nilai-nilai iman yang disimpulkan bersama dalam rangkaian jalan salib dan sarasehan memotivasi serta menginspirasi peserta ziarek dalam hidup iman kristiani.

[Baca juga: Camping Rohani Gabungan OMK St. Paulus, St. Antonio Maria De Claret, Sta. Teresa]

Dalam kegiatan ini, panitia ziarek mencatat bahwa ternyata jika umat diberi tugas, peranan maupun kesempatan untuk berpartisipasi sekecil apa pun mereka akan memberikan yang terbaik agar tugas atau pun peranan tersebut bisa berjalan dengan baik. Nilai inilah yang harus dikembangkan dan didukung lebih lanjut bagi perkembangan lingkungan, wilayah maupun paroki. Proficiat untuk panitia dan umat peserta ziarek Lingkungan St. Paulus 2017. Tuhan Memberkati. Amin.* (B. Andri M./Lingkungan St. Paulus)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*