Temu Katekis se-Keuskupan Bogor

Foto: SSA Wulandari/Sie Katekese
Foto: SSA Wulandari/Sie Katekese

Pada Sabtu dan Minggu, 30 dan 31 Juli 2016 yang lalu, Paroki St. Joannes Baptista, Parung memenuhi undangan dari Komisi Kateketik,Keuskupan Bogor yang diketuai oleh RD Andreas Bramantyo untuk menghadiri Temu Katekis se-Keuskupan Bogor. Pertemuan diadakan di Mega Development Center (MDC) Gadog. Jl. Raya pasir Muncang Km 3,5 No.36,Desa Sukamaju, Kec. Megamendung, Bogor. Antonius Chandra Kristianto (AAP/APP), Anastasia Sutjiatin (BIR = Bina Iman Remaja), Veronica Rini Budhi Sulistyowati (BIA = Bina Iman Anak), dan SSA Wulandari (Katekese) hadir sebagai perwakilan dari Paroki St. Joannes Baptista, Parung.

Foto: SSA Wulandari/ Sie Katekese
Foto: SSA Wulandari/ Sie Katekese

Hadir dalam pertemuan tersebut Mgr Paskalis Bruno Syukur,OFM (Uskup Keuskupan Bogor) dan RD Dr.Antonius Denny Firmanto,M.Pd (Imam Projo dari Keuskupan Malang) yang memberikan materi.  Pada sesi hari pertama, Mgr Paskalis Bruno Syukur,OFM memberikan materi dengan tema “Bertolak ke tempat yang dalam”. Beliau menyampaikan bahwa  para katekis diharapkan mampu mewartakan tentang Yesus Kristus dan ajaran-Nya dengan penuh sukacita, maka hendaknya dalam kehidupannya senantiasa dekat dengan Yesus yang diwartakannya.  Para katekis perlu menyadari bahwa Gereja tidak hidup tanpa ada pewarta. Perlulah dipahami bahwa tuntutan untuk katekis kadangkala menjadi lebih tinggi daripada imam yang merayakan Ekaristi karena mereka harus berproses hidup beriman (berkatekese) agar seluruh hidupnya mampu membawa orang lain sampai kepada Kristus dan mengimani-Nya.

Foto: SSA Wulandari/Sie Katekese
Foto: SSA Wulandari/Sie Katekese

Dengan temu katekis ini, diharapkan dalam karya pelayanan pastoral bisa saling menguatkan dan meneguhkan satu sama lain sebagai sesama katekis dengan mengacu pada pewartaan St. Paulus “Celakalah aku jika aku tidak mewartakan Injil” (1 Kor 9: 16). Sebagai ungkapan rasa syukur atas peran katekis dalam pewartaan Gereja, Keuskupan Bogor mencanangkan hari khusus katekis yang diperingati setiap tanggal 29 Juni pada saat Pesta St. Petrus dan Paulus di seluruh paroki di Keuskupan Bogor. Secara bertahap, apresiasi Gereja terhadap peran katekis akan selalu dikumandangkannya dalam setiap pertemuan komisi keteketik di seluruh Indonesia. Kebetulan, Mgr. Paskalis Bruno Syukur,OFM saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi Kateketik KWI.

Foto: SSA Wulandari/Sie Katekese
Foto: SSA Wulandari/Sie Katekese

Pada sesi hari kedua, RD Dr.Antonius Denny Firmanto,M.Pd memberikam materi dengan tema “Katekis sebagai penggerak jemaat Allah yang cerdas dan militan”. Secara garis besar disampaikan bahwa seorang katekis mengambil peran dalam hidup Gereja dalam hal meningkatkan pemahaman iman, mendidik hidup liturgis, membentuk hidup Kristiani menurut moral Katolik, mengajar berdoa. (lihat Ajaran Gereja 17 dan Kitab Hukum Kanonik 1983 Kanon 785).

Seorang katekis hendaknya bersikap rendah hati dan murah hati serta selalu bersukacita dalam pelayanan karena percaya pada Dia (YESUS) yang diwartakan akan senantiasa menyertainya. Maka “Inilah Aku,Utuslah Aku” (Yes 6: 8) hendaklah menjadi kekuatan dalam pewartaan. Semoga membawa peneguhan bagi para katekis yang dengan keikhlasan, kerendahan hati, dan penuh cinta mewartakan kasih Allah yang terwujud dalam diri Yesus Kristus.*(SSA, Wulandari/Sie.Katekese)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*