Mengakrabkan Diri dengan Kitab Suci Melalui Grup WhatsApp

“Dear all members, saya mengucapkan selamat bergabung di group ini. Kita akan sama-sama membaca alkitab setiap hari 10 pasal. Usahakan memiliki jadwal yang rutin, jangan menunggu waktu luang tetapi sediakan waktu khusus untuk setia membaca Firman. Bacalah dengan setia, selesaikan setiap hari. Boleh dicicil, tetapi harus selesai sebelum jam 24.00. Cintailah proses dan jangan mudah putus asa. Tidak sulit tetapi tidak gampang juga. Tetapi kita bersama saling menyemangati dan saling menguatkan, maka jadi mungkin.

Untuk member baru, 1-2 minggu pertama akan terasa berat. Tapi setelah itu akan terasa lebih ringan. Malah akan merasa kurang kalau belum baca. Ciptakan niat, tetapkan hati, berdoa sebelum mulai membaca. Maka Tuhan akan memampukan kita membaca Alkitab setiap hari dengan setia.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah belajar membaca Firman Tuhan setiap hari tanpa terputus. Dengan membaca  alkitab, kita akan mengenal dan mencintai Tuhan kita dengan lebih dalam lagi.

Kita memiliki beberapa boundaries yang harus kita ketahui bersama dan taati tentunya:

  1. Menggunakan kata-kata yang sopan dalam menyapa atau berkomunikasi.
  2. Tidak posting acara atau undangan gereja, karena kita berbeda-beda gereja. Kecuali yang berhubungan dengan kegiatan grup ABA.
  3. Tidak boleh membicarakan apapun selain Firman Tuhan dan yang berhubungan dengan bacaan kita hari itu.
  4. Jangan posting renungan pribadi yang tidak ada hubungannya dengan menu hari itu, tetapi boleh share kata-kata yang membangun dengan singkat.
  5. Konsentrasi baca menu firman hari itu, buat laporannya terlebih dulu, baru boleh posting gambar, film, atau kata-kata, atau ayat yangmenarik di dalam bacaan hari itu.
  6. Bersedia mengikuti quiet time. antara jam 9.00 -17.00 dan 00.01 – 05.00. Tidak boleh berkomunikasi kecuali mau posting laporan selesai membaca menu hari itu. Supaya HP nya tidak berisik dan mengganggu aktivitas bagi yang bekerja atau studi & istirahat malam.
  7. Setiap akhir minggu yaitu hari Sabtu, kita akan shift host. Setiap member yang ditunjuk untuk bertugas, HARUS BERSEDIA menerima tugas melayani selama 7 hari dari hari Minggu jam 00.00 sampai hari Sabtu jam 24.00.
  8. Apabila ada sesuatu yang ingin didoakan, misalnya ada yang sakit, boleh share di grup supaya grup bisa mendoakan.
  9. Bila ada hal-hal yang perlu diatur supaya kita tertib, akan dibuat menyusul.

Terima kasih.”

Pesan di atas adalah sederet peraturan yang dilontarkan kepada para anggota grup WhatsApp yang memiliki niat dan kerinduan untuk lebih mengenal firman Tuhan dengan membaca Kitab Suci. Grup yang diberi nama “Ayo Baca Alkitab (ABA)” tersebut memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai hal yang positif. Alih-alih bergosip atau bergunjing di dalam grup,  mereka mendukung satu sama lain untuk membaca  Alkitab setiap hari.

Awalnya, Eliska Huwa diajak oleh orangtua murid les yang berdomisili di Bogor untuk mengikuti grup tersebut dengan membaca 10 bab Kitab Suci dalam sehari. Dengan motivasi awal supaya lebih mengetahui isi Kitab Suci yang selama ini lebih sering jadi hiasan di kamar, Eliska memutuskan bergabung. “Awal-awal ikut masih bisa mengejar baca 10 bab. Masuk ke tengah-tengah sudah mulai terasa berat. Tapi karena sudah komitmen dari awal, jadi tetap harus dijalani,” tuturnya.

Inti dari grup ini hanya sebatas membaca Kitab Suci, tidak ada sharing ataupun memberi tanggapan tentang suatu bacaan atau bab. Masing-masing anggota diberi waktu 24 jam (pukul 00.00-24.00) untuk baca bab yang telah ditentukan dan diwajibkan lapor apabila sudah selesai membaca menu Kitab Suci hari itu. Setiap minggu juga ada host yang akan membantu membuat rekap tentang siapa saja yang sudah membaca, belum membaca, atau terlambat membaca. Host akan diganti setiap hari Sabtu yang ditunjuk oleh host lama. Melalui pemilihan host, anggota akan belajar untuk melayani dan dilayani sesama anggota kelompok. “Di sini kita saling support, saling menyemangati, dan bukan menghakimi. Jadi kalau ada teman yang belum selesai, bisa kita semangati dan berharap teman yang belum selesai baca itu juga bisa jadi semangat ketika melihat banyak yang sudah selesai bacanya,” jelasnya.

Menularkan semangat membaca Alkitab

Dari pengalamannya mengikuti grup ABA tersebut, Eliska memberanikan diri untuk mengajak teman-teman yang lain. Namun ia menyadari bahwa 10 bab sehari terlalu berat, karena itu ia membuat grup baru dengan membaca 5 bab kitab suci per hari. “Buatku sendiri ini jadi pengalaman yang sangat berkesan dan kok ya ingin nularin semangat yang sama di umat gereja kita, teman-teman kerja, teman-teman muda, teman-teman choir,” jelasnya.

Di grup ABA yang baru diinisiasinya itu, sekarang sudah ada 10 orang anggota dari berbagai paroki, yaitu Parung, BSD, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan ada juga yang dari GKI BSD.

Dalam perjalanan waktu, ada pula anggota yang mulai bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan Kitab Suci. “Aku sebagai pencetus ide merasa harus bisa memfasilitasi mereka. Jadi ada beberapa kali aku undang beberapa romo yang aku kenal untuk bergabung di grup untuk menjwab pertanyaan anggota. Tapi setelah menjawab pertanyaan, aku langsung remove romonya untuk menjaga maksud awal dari terbentuknya kelompok ini dan juga supaya aktivitas romonya tidak terganggu,” terang Eliska.

Rentang usia anggota grup “ABA” ini beragam. Pascalia Lucecita Matondang yang baru duduk di bangku SMA juga antusias mengikuti grup untuk lebih rajin membaca Alkitab. “Ketika saya memulai komitmen untuk ikut tergabung dalam grup ini, saya berpikir kuatkah saya? Tapi Puji Tuhan masih kuat. Disuruh membaca 5 bab per hari, bukanlah suatu hal yang mudah bagi seseorang yang tipe pembelajarannya sistem audio-kinetik seperti saya,” tutur OMK yang hobi menyanyi ini. Rajin membaca Alkitab membawa perubahan positif dalam dirinya. Ia yang awalnya suka tidak sabaran dalam melakukan sesuatu, kini menjadi lebih adem ayem dalam menanggapi sesuatu.

Hal senada juga diungkapkan oleh Veronika Santi Sianturi. Dulu ia pernah mencoba sendiri untuk membaca Alkitab dari awal hingga akhir, tapi ternyata tidak konsisten dan tidak berhasil. Dengan mengikuti grup ini, Santi belum pernah lupa membaca Alkitab karena setiap hari diingatkan. Apabila lupa membaca, keesokan harinya jumlah bab yang dibaca akan bertambah. Karena itu, sesibuk apa pun harus menyempatkan diri untuk membaca. “Belum pernah ikutan grup kaya gini. Makanya pengalaman pertama dan luar biasa hehe… Tapi saya percaya kok, kalau orang-orang di grup ini ya emang diundang atau terpanggil karena ada beberapa yang saya ajak menolak karena belum siap,” ungkap Santi.

Bagaimana dengan Anda? Tertarik untuk bergabung dan melakukan hal yang sama supaya selalu ada keriduan untuk membaca Kitab Suci?* (Agnika/ KOMSOS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*