Lomba Paduan Suara Keuskupan Bogor

Foto : Team Komsos
Foto : Team Komsos

Keuskupan Bogor sukses mengadakan Lomba Paduan Suara se-Keuskupan Bogor dengan tema Berpadu dalam Harmoni Menyambut Kelahiran Kristus yang dilaksanakan pada Sabtu pagi (1/12) bertempat di Sekolah Marsudirini, Telaga Kahuripan Parung, Bogor. Uskup  Mgr. Paskalis Bruno Syukur turut hadir untuk memberikan dukungan bagi seluruh (Orang Muda Katolik (OMK) yang akan berkompetisi. Setelah menyampaikan sambutan, Mgr. Paskalis pun memukul gong sebanyak tiga kali sebagai simbol pembukaan acara.

Lomba Paduan Suara diikuti 488 peserta dari 19 paroki di Keuskupan Bogor. Mereka tampil satu per satu, mewakili 21 kelompok paduan suara dan menyanyikan lagu wajib Adeste Fideles dan satu lagu pilihan lainnya. Penampilan paduan suara dibagi menjadi dua sesi. Sesi pagi untuk peserta yang dekat dengan lokasi lomba sedangkan sesi siang untuk peserta dari paroki yang jauh dari tempat perlombaan.

Setelah sesi pagi berakhir pukul 12.00 WIB, Tim Komsos Paroki St. Joannes Baptista Parung berkesempatan mewawancarai salah satu anggota paduan suara dari Gereja St. Faustina Bojong Gede, Paroki BMV Bogor bernama Jose. Ia mengatakan grup paduan suaranya mempersiapkan semuanya selama setengah bulan, terhitung dari awal Oktober 2018. “Awalnya pasti deg-degan, mulai kelihatan nervous saat berada di atas panggung. Di dalam hati berkata, bagaimana mempengaruhi juri dan audience yang hadir supaya terkesima dengan penampilan kita. Waktu tampil juga sekilas berpikir, ini bagus atau nggak, suaranya fals atau bagus. Tapi puji Tuhan kita bisa tampil secara maksimal karena sebelumnya kami berdiskusi dengan kelompok dan saling menguatkan dan ada dukungan dari orangtua yang semakin membuat kita bersemangat. Tapi setelah tampil kita tenang lagi,” tutur Jose tentang kesannya saat tampil di atas panggung.

Kendala yang dialami oleh grup paduan suaranya yang pertama adalah saat pendaftaran lomba. Banyak sekali yang ingin berpartisipasi sehingga harus menyeleksi terlebih dahulu. Selain itu, tantangan lain yang muncul adalah kurangnya rasa tanggung jawab. Tapi kesulitan yang dialami tidak membuatnya dan rekan satu timnya menjadi putus asa. Mereka tetap optimis untuk menang. Dengan kerja keras dan semangat dari grup paduan suaranya, mereka dapat tampil di atas panggung dengan baik.

Tim Komsos Parung juga berkesempatan mewawancarai peserta di sesi dua yang baru saja keluar dari

Foto : Team Komsos
Foto : Team Komsos

panggung audisi, yaitu paduan suara bernama Vicace Choir yang berasal dari Stasi St. Vincentius Gunung Putri, Paroki Keluarga Kudus Cibinong, Bogor. Salah satu peserta yang diwawancarai bernama Ivan. “Nervous sekali saat tampil di atas panggung, mengingat kendala yang grup kami alami. Tapi dengan nama Tuhan Yesus, kita bisa,” ucap Ivan. Yang menjadi kendala pada grup paduan suara mereka adalah waktu latihan yang hanya satu bulan karena teks lagu terlambat datang. Masalah lain juga muncul di suara para peserta. Vicace Choir terbentuk karena perlombaan yang diadakan se-Keuskupan Bogor dengan peserta yang terdiri dari Orang Muda Katolik (OMK) yang secara penuh aktif dalam kehidupan menggereja. Ivan juga menyampaikan pesan, “Koor merupakan ciri khas Katolik bagi saya, jadi kita sebagai anak muda dapat lebih aktif untuk mengikuti koor di gereja.”

Paroki St. Joannes Baptista pun tak ketinggalan berpartisipasi. Melalui grup paduan suara bernama John Choir, mereka tampil di urutan ke-9 dengan persiapan latihan selama satu bulan. “Puji Tuhan kita sudah menampilkan yang terbaik dari usaha kerja keras kita selama ini. Walaupun banyak tantangan yang dialami sebelum hari H, di antaranya ada beberapa peserta yang jarang hadir saat latihan. Saya berharap untuk Orang Muda Katolik (OMK) yang belum bergabung dalam koor di gereja dapat berpartisipasi juga untuk membawa nama baik gereja,” ucap Laras kepada tim Komsos Parung.

Setelah sesi dua berakhir pada pukul 16.00 WIB, para peserta berkumpul di GOR Sekolah Marsudirini untuk pengumuman lomba. Juara 1 diraih oleh  paduan suara OMK Paroki BMV Katedral Bogor yang dikenal dengan nama BMV Youth Choir (BMVYC). Juara 2 diraih oleh  OMK St. Paulus Depok. OMK St. Matias Cinere sebagai Juara 3, OMK PKKC Juara Harapan 1, dan OMK St. Herkulanus Juara Harapan 2. Sedangkan penghargaan dirigen terbaik diberikan kepada Charel Prayogi Tirtowijoyo dari kelompok paduan suara OMK Maria Bunda Segala Bangsa Kota Wisata.* (Elizabeth janggu/Komsos)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*