APP Lingkungan St. Lukas: Permenungan Tema APP dan Semarak Pemilihan Ketua Lingkungan

Foto : Dokumentasi Umat
Foto : Dokumentasi Umat

Masa prapaskah di Lingkungan St. Lukas diisi dengan serangkaian pertemuan APP. Yang membuat pertemuan kali ini istimewa adalah adanya pemilihan Ketua Lingkungan yang dilaksanakan bersamaan dengan pertemuan APP tersebut. Pertemuan pertama yang berlangsung di kediaman Keluarga Wiyoto dihadiri sekitar 45 orang dengan membahas tema “Hidup Kristiani yang Berkualitas terhadap Alam”. Pertemuan tersebut dipandu oleh fasilitator C. Daru Sadewa.

Setelah pertemuan APP I, acara dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Lingkungan St. Lukas. Dalam pemilihan tersebut disepakati Ketua Lingkungan yang terpilih, yaitu Antonius Wiyoto. Kemudian pertemuan dilanjutkan dengan latihan koor untuk tugas pada Minggu, 24 Maret 2019.

Pertemuan APP II dengan tema “Kualitas Air dalam Kehidupan Kita” dipandu oleh fasilitator Y. Buangta. Pertemuan tersebut juga mendapat sambutan yang cukup baik dari umat. Sebanyak 40 orang hadir dalam pertemuan yang dilanjutkan dengan latihan koor tersebut.

Ada yang berbeda pada pertemuan APP III. Dalam pertemuan yang bertema “Permasalahan Ketersediaan Air yang Berkualitas” tersebut,

Foto : Dokumentasi Umat
Foto : Dokumentasi Umat

hadir Romo Joned beserta beberapa rombongan. Romo berpesan kepada umat yang hadir apabila berbelanja ke toko-toko untuk tidak menggunakan tas plastik. Romo Joned juga menambahkan pentingnya menghargai air agar sumber air untuk kehidupan tetap tersedia. Acara dilanjutkan dengan syukuran ulang tahun ke-6 putri ke-2 Keluarga Sapto.

Pertemuan APP IV berlangsung meski hujan sempat mengguyur dengan lebat. Tema “Gereja Mewujudkan Air yang Berkualitas” menjadi permenungan yang dipandu oleh fasilitator Yacobus Hardono. Berbagai tanggapan umat mewarnai rangkaian pertemuan APP. Beberapa umat memberikan tanggapan bahwa untuk mendapatkan air yang berkualitas dapat dilakukan beberapa hal, misalnya penjernian air  dengan tawas, tidak membuang sampah di sungai, mengurangi bahan-bahan kimia saat mencuci, dan membuat lubang peresapan air. Dalam kegiatan sehari-hari, umat berusaha akan menjaga sumber air agar tetap menjadi sumber air yang berkualitas dan menggunakan air secara bijaksana.* (Antonius Wiyoto/Ketua Lingkungan St. Lukas)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*